Europe Trip : Paris

DSCF4783

Paris menjadi destinasi kami setelah Amsterdam dan ternyata Paris menjadi kota terberat untuk kami.  Paris menjadi berat untuk kami karena komunikasi di Paris hanya menggunakan Bahasa perancis, jadi kendala dikomunikasi jadi hal pertama yang bikin kami bete, selain itu yang juga bikin bete, karena MRT disana tidak stroller friendly. sebenernya saya sudah baca-baca terkait hal ini, tapi saya ga nyangka kalau segitu tidak stroller friendlynya.  Selama di Paris kami menginap di Airbnb. Ukuran Airbnb yang kami sewa sangat ideal, nyaman, dan fasilitasnya lengkap namun kami mengalami kendala ketika check in karena email dan notifikasi dari host tentang cara check in tidak masuk ke email sayaTernyata Sulthan demam, kayaknya dia kedinginan, jadi setelah kami berhasil check In apartemen, kami putuskan untuk istirahat saja, dan berharap besok Sulthan sudah tidak demam.

Besok pagi kam memulai untuk mengelilingi Paris, setelah mempertimbangkan banyak hal, Akhirnya kami putuskan keliling Paris naik bus saja, karena kami ga sanggup gotong-gotong stroller dengan berat 13kg, dan penumpang stroller (2 anak kami, total 24kg). Destinasi kami di Paris adalah icon wajib yang umum dikunjungi wisatawan dan semua lokasi tersebut dilewati jalur Bus, jadi kami tidak kerepotan bahkan merasa lebih nyaman naik bus dibanding naik MRT walaupun naik bus lebih lama tapi minimal kami tidak perlu naik turun tangga.

Tujuan pertama kami adalah Menara Eifel, dan horee akhirnya kami sampai di Menara eifel setelah naik bus muter-muter. Cuaca hari ini cukup dingin, jadi setelah foto-foto sebentar, kami langsung mempir ke penjual makanan untuk beli minuman hangat dan crepes. Nah ternyata, dibelakang penjual makanan ada playground yang lumayan luas dan bersih. Akhirnya Kakak kami ajak main kesana, dan kami pun bias solat disekitar playground tersebut. Playground ini bener-bener penyelamat kebetean Kk, karena dia udah bete banget dari kemaren ga dapet tempat bermain. Setelah Khay puas main, baru deh Khay mau lanjut foto-foto.

DSCF4787

DSCF4749

DSCF4755

Setelah puas foto-foto di Menara Eifel, kami melanjutkan perjalanan ke  Arc de Triomphe dengan naik bus. Arc de Triomphe sore itu ramai sekali, setelah puas foto-foto kami lanjut jalan ke Champ de Elysee. Pusat perbelanjaan paling ngehits ini Panjang banget.. kami menelusurinya sampai ke ujung jalan menuju Tuileries Gardens.  Hari mulai gelap, dan perut mulai lapar, persis di persimpangan jalan menuju Tuileries Garden ada penjual crepes yang rame banget, akhirnya kami beli crepe banana nutela, dan rasanya enak banget, wajar kalo penjual crepes ini punya banyak pembeli.

DSCF4801

DSCF4838

DSCF4847

DSCF4861

DSCF4865

DSCF4869

Karena kaki udah cape, dan hari sudah gelap, akhirnya kami putuskan untuk kembali ke apartemen dan ga jadi jalan ke Tuileries Garden dan Museum Lourve.  Agak sedih sebenernya, tapi karena kondisi yang ga memungkinkan jadi ya sudah lah,

 

 

 

 

Advertisements

Europe Trip : Disneyland Paris

Salah satu agenda wajib kami saat di Eropa khususnya Paris adalah ke Disneyland Euro atau Disneyland Paris. Kami mengalokasikan waktu 1 hari untuk main ke Disneyland Paris. Harga tiket Disneyland Paris cukup mahal, dan di web resmi nya ada 3 jenis harga tiket, yaitu mini tiket, magic tiket, dan super magic tiket. Kami memilih tiket termurah, yaitu mini tiket, yang membedakan ketiga jenis tiket tersebut adalah hari / waktunya. Mini tiket ini hanya ada di tanggal-tanggal tertentu dan pas sekali dengan rencana kami. Untuk 1 day pass mini tiket seharga 61 EUR (adult) dan 55 EUR (kids), nah tapi kemarin  saya tidak memesan tiket melalui website resmi nya Disneyland tapi saya lewat website lain dan saya memperoleh harga lebih murah. Kami memesan tiket melalui website yang menjual tiket Disneyland yang berasal dari UK, jadi seolah-olah kami berlokasi di UK dan harganya jauh lebih murah. Continue reading

Liburan Dengan Anak Ke Eropa? Ini Itinarary nya

Menyusun itinarary ke Eropa ternyata ga mudah, apalagi karena Visa Schangen dapat digunakan di 26 Negara di Eropa jadi bawaanya pengen ke banyak negara .. mubajir katanya, tapi makin sering pindah kota ternyata makin besar biayanya, khususnya biaya transportasi antar kota antar negara. Selain itu, juga harus mengakomodir keinginan setiap anggota keluarga dan mempertimbangkan karena kami bawa bayi 11 bulan dan kakak 5 tahun yang tidak memungkinkan bikin itinarary yang ambisius dan padat biar mereka ga cape. Continue reading

Europe Trip : Jalan Kaki Keliling Kota Frankfurt

Frankfurt merupakan kota pertama dan kota terakhir yang kami karena tiket pesawat kami pulang-pergi dari Frankfurt. Selama tiga hari di Frankfurt kami menginap di Hotel Leonardo yang lokasinya persis di seberang Frankfurt Hbf (Central Station). Sedangkan di hari terakhir kami menginap di Savoy Hotel yang lokasinya juga persis di depan Frankfurt Hbf. Kami sengaja memilih hotel yang sangat dekat dengan Frankfurt Hbf karena kami akan menggunakan kereta api jarak jauh untuk daytrip ke Heidelberg dan pindah ke Koln. Kami sampai di Frankfurt jam 7 pagi, awalnya kami mau naik kereta dari Frankfurt airport ke Frankfurt Hbf, tapi akhirnya kami putuskan untuk naik taksi saja karena anak-anak agak rewel, biaya taksi dari Frankfurt Airport ke Hotel Leonardo sebesar 30 Euro dan kalo naik kereta ICE dari Frankfurt Airport Station ke Frankfurt Hbf 14Euro per orang, kira-kira 28 Euro untuk 2 orang namun kalau naik kereta IC tiketnya 14 Euro untuk 2 orang. Continue reading

Berapa Biaya Liburan Keluarga ke Eropa?

Berapa sih kemarin abisnya biaya liburan sama anak ke Eropa? beberapa teman dekat saya melontarkan pertanyaan tersebut ke saya, hehehe… jadi saya akan coba berbagi informasi tentang budgeting kami sekeluarga ( 2 dewasa, 1 anak, 1 bayi) selama 15 hari liburan winter ke Eropa Kemarin. Winter itu termasuk low season di Eropa, makanya banyak yang menyarankan kalo mau hemat lakukan perjalanan saat Winter, tapi kekurangannya adalah siang hari lebih pendek dan suhu ekstrim untuk orang Indonesia yang kepanasan sepanjang tahun. Tapi Alhamdulillah kamarin kami dapat melalui winter dengan nyaman. DIsini saya hanya menyebutkan komponen utama pengeluaran saja , karena kalo komponen printilannya saya lupa karena kemarin ga dicatat. Continue reading