Rusia Trip(7) : St. Petersburg

2019_0903_10181200

Kota terakhir yang kami kunjungi adalah St. Petersburg yang katanya salah satu dari 10 kota tercantik di dunia dan katanya ini adalah Venice of the North. Kota yang berada di pinggir Neva River ini jaraknya sekitar 650km dari Moscow. Untuk menuju kesana kami menggunakan Sapsan Train selama 4 jam perjalanan. Sapsan train ini adalah kereta cepat di Rusia yang kecepatanya maksimal mencapai 350km/jam. Continue reading

Rusia Trip (6) : 2 Days in Samara

2019_0827_09564200

Hari ke 4 di Rusia, kami akan pindah ke kota Samara untuk bertemu dengan teman disana. Kota Samara jaraknya sekitar 1000km dr Moscow, dan dapat ditempuh dengan pesawat sekitar 2 jam. Jujur saja, saya tidak mempersiapkan detail perjalanan untuk selama di Samara dan saya tidak melakukan research mendalam tentang kota ini. Dan itinarary ke Samara pun tidak saya masukan ke dalam Visa Support ataupun ke dalam form pengajuan Visa. Kota Samara adalah salah satu tuan rumah Piala Dunia 2018 dan disana ada pabrik roket yang digunakan oleh Yuri Gagarin untuk ke bulan. Continue reading

Rusia Trip (5) : Kremlin, Moskwa River, Izmailovo Market, VNDKh Park

Red Square 01

Day 2 : Kremlin, Moskwa River, Izmailovo Market

Moscow pagi ini tidak secerah kemarin, suhu sekitar 18 dcl dan anginya terasa sedikit lebih kencang tapi tidak mengurangi semangat kami untuk mengunjungi Kremlin Palace hari ini. Kami keluar hotel jam 10 pagi dan langsung menuju Kremlin Palace, seperti biasa kami naik metro dari Kievskaya  dan turun di Arbatskaya. Hari ini stasiun metro terasa lebih ramai, Alhamdulillah saya sudah mulai terbiasa dengan suasana metro station yang selalu penuh, warga lokal yang jalannya cepet semua, dan escalator nya yang curam. Stasiun metro di Moscow usianya sudah sangat tua dan tidak ada lift sama sekali, hanya ada eskalator yang sangat curam. Mr. Husband juga sudah mulai terbiasa gotong-gotong stroller dan Kakak sudah berani naik eskalator sendiri. Continue reading

Rusia Trip (4) : Red Square, St.Basil Cathedral, & Moscow Cathedral Mosque

Day 1 : Red Square, St. Basil Cathedral, GUM Galery, & Moscow Cathedral Mosque

Red Square 16

Red Squre

Alhamdulillah pagi ini sangat cerah, matahari bersinar terang dan langit biru Moscow membuat kami semangat untuk segera meninggalkan hotel untuk menelusuri kota hari ini. Suhu pagi ini kira-kira 21 dcl, suhu yang   nyaman banget untuk warga +62 yang biasa kepanasan kalo di Depok dan kami tidak perlu takut kedingan dan repot  pakai jaket.  Sekitar jam 9 pagi kami mulai petualangan hari ini dengan tujuan pertama adalah Req Square, lapangan merah luas yang jadi pusat icon wisata Moscow. Continue reading

Rusia Trip (2) : Itinarary & Budget 16 Hari

Red Square 14

Rusia adalah salah satu negara yang paling ingin kami kunjungi dari sekian banyak daftar negara dalam bucked list kami, dan Thx to Traveloka dan Thai Airways untuk tiket promo Jakarta – Moscow yang seharga 5jt-an bikin kami bisa menginjakan kaki ke Rusia. Highligt perjalanan kami selama 16 hari mulai tanggal 21 Agustus s.d 05 September di Rusia adalah mengunjungi Moscow – Samara – St. Petersburg.

Continue reading

Rusia Trip (1) : Mengajukan Visa Rusia, susah ga sih?

Untuk dapat mengunjungi Rusia, diperlukan Visa turis yang  biasanya  dapat diajukan paling cepat 3 bulan sebelum tanggal keberangkatan, tapi saya kemarin mengajukan 1 bulan sebelum tanggal keberangkatan. Agak dag dig dug sebenernya karena khawatir visa belum keluar ketika tanggal keberangkatan,  apalagi tanggal pengajuan visa kemarin barengan sama pengajuan visa rombongan peserta festival Indonesia di Rusia. Proses pengurusan visa Rusia sendiri maksimal 20 hari kerja, dan bisa juga yang expres  tapi biayanya 2x lipat  dari biaya pengajuan visa biasa.

Susah ga sih ngajuin visa Rusia?

Continue reading

Europe Trip : Paris

DSCF4783

Paris menjadi destinasi kami setelah Amsterdam dan ternyata Paris menjadi kota terberat untuk kami.  Paris menjadi berat untuk kami karena komunikasi di Paris hanya menggunakan Bahasa perancis, jadi kendala dikomunikasi jadi hal pertama yang bikin kami bete, selain itu yang juga bikin bete, karena MRT disana tidak stroller friendly. sebenernya saya sudah baca-baca terkait hal ini, tapi saya ga nyangka kalau segitu tidak stroller friendlynya.  Selama di Paris kami menginap di Airbnb. Ukuran Airbnb yang kami sewa sangat ideal, nyaman, dan fasilitasnya lengkap namun kami mengalami kendala ketika check in karena email dan notifikasi dari host tentang cara check in tidak masuk ke email sayaTernyata Sulthan demam, kayaknya dia kedinginan, jadi setelah kami berhasil check In apartemen, kami putuskan untuk istirahat saja, dan berharap besok Sulthan sudah tidak demam.

Besok pagi kam memulai untuk mengelilingi Paris, setelah mempertimbangkan banyak hal, Akhirnya kami putuskan keliling Paris naik bus saja, karena kami ga sanggup gotong-gotong stroller dengan berat 13kg, dan penumpang stroller (2 anak kami, total 24kg). Destinasi kami di Paris adalah icon wajib yang umum dikunjungi wisatawan dan semua lokasi tersebut dilewati jalur Bus, jadi kami tidak kerepotan bahkan merasa lebih nyaman naik bus dibanding naik MRT walaupun naik bus lebih lama tapi minimal kami tidak perlu naik turun tangga.

Tujuan pertama kami adalah Menara Eifel, dan horee akhirnya kami sampai di Menara eifel setelah naik bus muter-muter. Cuaca hari ini cukup dingin, jadi setelah foto-foto sebentar, kami langsung mempir ke penjual makanan untuk beli minuman hangat dan crepes. Nah ternyata, dibelakang penjual makanan ada playground yang lumayan luas dan bersih. Akhirnya Kakak kami ajak main kesana, dan kami pun bias solat disekitar playground tersebut. Playground ini bener-bener penyelamat kebetean Kk, karena dia udah bete banget dari kemaren ga dapet tempat bermain. Setelah Khay puas main, baru deh Khay mau lanjut foto-foto.

DSCF4787

DSCF4749

DSCF4755

Setelah puas foto-foto di Menara Eifel, kami melanjutkan perjalanan ke  Arc de Triomphe dengan naik bus. Arc de Triomphe sore itu ramai sekali, setelah puas foto-foto kami lanjut jalan ke Champ de Elysee. Pusat perbelanjaan paling ngehits ini Panjang banget.. kami menelusurinya sampai ke ujung jalan menuju Tuileries Gardens.  Hari mulai gelap, dan perut mulai lapar, persis di persimpangan jalan menuju Tuileries Garden ada penjual crepes yang rame banget, akhirnya kami beli crepe banana nutela, dan rasanya enak banget, wajar kalo penjual crepes ini punya banyak pembeli.

DSCF4801

DSCF4838

DSCF4847

DSCF4861

DSCF4865

DSCF4869

Karena kaki udah cape, dan hari sudah gelap, akhirnya kami putuskan untuk kembali ke apartemen dan ga jadi jalan ke Tuileries Garden dan Museum Lourve.  Agak sedih sebenernya, tapi karena kondisi yang ga memungkinkan jadi ya sudah lah,