Liburan Dengan Anak Ke Eropa? Ini Itinarary nya

Menyusun itinarary ke Eropa ternyata ga mudah, apalagi karena Visa Schangen dapat digunakan di 26 Negara di Eropa jadi bawaanya pengen ke banyak negara .. mubajir katanya, tapi makin sering pindah kota ternyata makin besar biayanya, khususnya biaya transportasi antar kota antar negara. Selain itu, juga harus mengakomodir keinginan setiap anggota keluarga dan mempertimbangkan karena kami bawa bayi 11 bulan dan kakak 5 tahun yang tidak memungkinkan bikin itinarary yang ambisius dan padat biar mereka ga cape.

Itinarary kami merupakan itinarary yang sangat santai dan fleksibel. Kami memilih rute yang perjalanan antar kota dengan kereta tidak lebih dari 3 jam karena khawatir anak-anak bosan di jalan, dan kami juga ga bisa tiap 2 hari pindah kota atau bahkan tiap hari pindah kota karena khawatir anak-anak kecapean. Setelah bolak balik liat peta dan cek harga tiket kereta antar kota, dan mengakomodir smua keinginan anggota keluarga akhirnya kami memutuskan ambil rute klasik Eropa Barat, yaitu :

Frankfurt – Heidelberg (daytrip)- Rottenburg (daytrip) – Koln – Amsterdam – Paris – Brussels – Gent (daytrip) – Brugges (day trip) – Frankfurt

Tiket pesawat kami PP adalah dari Frankfurt jadi kami memilih rute melingkar karena harus kembali ke Frankfurt. Dengan rute ini , perjalanan antar kota rata-rata 2-3 jam dan kami anggap masih nyaman untuk anak-anak. Dan rute ini juga mengakomodir Keinginan Pak suami yang mau datang ke IMM Colonne ketemu temen-temen dan naik Canal Cruises di Amsterdam, Kakak yang mau ke Disneyland Paris, dan Mama yang mau ke Versailes. Saya merasa itinarary ini udah ideal buat kami, walaupun ada yang komentar kenapa ga ke Berlin, Munich, dan Halstaat jawaban saya karena dari Frankfurt ke ketiga kota tersebut jauuh banget kalo naik kereta, sedangkan kalo naik budget air bagasi kami berat,hehhee. Jadi ketiga kota tersebut kami keluarkan dari itinarary kami sambil saya berdoa semoga bisa ke eropa dilain kesempatan dan bisa ke sana.

Kenyataan…

Ternyata itinarary yang saya buat tidak bisa sepenuhnya kami laksanakan, tapi kami tetep happy kecuali saya yang agak bete,, hahahaa. Kami melewakan Rottenburg karena harus memilih Rottenburg atau Heidelber di hari kedua kami di Frankfurt karena harusnya hari pertama kami langsung ke Heidelberg tapi kondisi anak-anak setelah long haul 15 jam jakarta-frankfurt bikin mereka mager. Akhirnya hari pertama setelah sukses early chek in dan istirahat kami keliling jalan kaki keliling frankfurt. Hari kedua kami putuskan untuk ke Heidelberg saja karena lebih dekat.

Saat di Koln, harusnya hari kedua kami di Koln bisa keliling Koln tapi ternyata Kakak mendadak demam dan di hari itu hujan dari pagi sampai sore, akhirnya kami putuskan kami stay di Air Bnb untuk istirahat dan sore hari kami sempatkan ke Koln Dom.

Saat di Amsterdam, seharunya setelah kami sampai di Amsterdam dan check in hotel, kami bisa Dam Square atau daerah disekitar Amsterdam Central tapi kami urungkan niat karena kondisi Kakak yang belum 100% sehat tapi Alhamdulillah teman-teman kami yang kuliah di ITC mengunjungi kami di Hotel, ga jadi sedih deh.

Saat di Paris, karena ada sedikit problem saat chek in Airbnb dan dede mendadak demam, hari pertama kami di Paris pun kami habiskan di Airbnb, leyeh-leyeh saja, Ini yang bikin sebel karena akhirnya kami ga jadi ke Versailes, karena harus memilih Versailes atau Disneyland. Dan kami juga ga maksimal keliling paris karena kami kesiangan berangkatnya.

Saat di Frankfurt di hari terakhir kami di Eropa, itupun kami habiskan di hotel karena badan udah cape,, ehhehe tapi anak-anak happy karena bisa berenang di bath tub di hotel. Ya begitu lah seni travelling bareng anak, yang dewasa harus mengalah, ga bisa ambisius mau ke banyak tempat. Yang terpenting kami sekeluarga sehat dan happy selama perjalanan.

Advertisements

Berapa Biaya Liburan Keluarga ke Eropa?

Berapa sih kemarin abisnya biaya liburan sama anak ke Eropa? beberapa teman dekat saya melontarkan pertanyaan tersebut ke saya, hehehe… jadi saya akan coba berbagi informasi tentang budgeting kami sekeluarga ( 2 dewasa, 1 anak, 1 bayi) selama 15 hari liburan winter ke Eropa Kemarin. Winter itu termasuk low season di Eropa, makanya banyak yang menyarankan kalo mau hemat lakukan perjalanan saat Winter, tapi kekurangannya adalah siang hari lebih pendek dan suhu ekstrim untuk orang Indonesia yang kepanasan sepanjang tahun. Tapi Alhamdulillah kamarin kami dapat melalui winter dengan nyaman. DIsini saya hanya menyebutkan komponen utama pengeluaran saja , karena kalo komponen printilannya saya lupa karena kemarin ga dicatat. Continue reading

Anyer Seru di Anyer Beach Cottage

Sebenarnya kami ga punya rencana untuk menghabiskan liburan akhir tahun, jadi sudah siap mental untuk dirumah saja sambil memantau berita kepadatan arus lalu lintas selama libur tahun baru ini. Nah, mendadak ayah saya pengen ke Pantai, akhirnya kami putuskan secara mendadak untuk ke Anyer. Kenapa ke Anyer? Karena tidak terlalu jauh dari rumah kami, dan pantai yang dibuka banyak banget sekarang, jadi banyak pilihan, tapi favorit kami adalah pantai landai disekitar daerah tambang ayam karena tidak terlalu jauh kearah pandeglang. Continue reading

Review : Geo Hotel Kuala Lumpur

Geo Hotel Kuala Lumpur adalah salah satu hotel “value” yang pernah saya temukan, hehhehee, Lebay yahh??? iya lebay banget, tapi itu yang saya rasakan ketika harus memilih hotel yang tepat di Luar Negeri untuk pertama kali.

Geo Hotel merupakan hotel bintang 2/3 yang terletak sangat strategis di Kuala Lumpur. Lokasinya persis di persimpangan jalan di depan stasiun LRT  dan MRT Pasar Seni,dan tentunya persis diseberang Pasar Seni, pusat oleh-oleh di Kuala Lumpur.  Selain sangat dekat dengan stasiun LRT dan MRT, persis di samping hotel terdapat stasiun BUS. Pokoknya urusan transportasi luar biasa strategis. Continue reading

REVIEW : Hotel Boss Singapura


Selama di singapur kami menginap di Hotel Boss. Kami memesan kamar termurah + halal breakfast dengan harga 3.4 jt untuk 3 malam. Berdasarkan hasil survey kecil-kecilan yg saya lakukan, hotel dengan halal breakfast paling murah adalah di Hotel Boss.

Letak hotel boss sangat strategis, posisinya dekat dengan MRT lavender, mungkin 5 menit jalan kaki, di depan hotel ada bus stop dan ga jauh dekat MRT lavender ada bus stop juga. Salah satu alasan kami menginap di sini adalah karena SEAX bus dari singapore zoo berhenti di bus stop lavender, sehingga kami bisa langsung menuju hotel langsung setelah dari Night Safari, lebih efisien tenaga dibanding harus naik bus dan MRT. Continue reading

JogjaTrip Day 1: Pantai Parangtritis

Setelah perjalanan dikereta dari jam 20.30 – 05.00, akhirnya kita sampai di Stasiun Tugu Jogjakarta. Sampai sana kami langsung solat subuh dan mencari taxi untuk menuju Hotel. Nah taxi di stasiun ini ga ada yang resmi ya, ga pake argo pula. Kemarin sebenernya jarak dari stasiun ke hotel cuma 4 km, tapi ditembak 80rb. Nah terus di kasih tau sama petugas stasiun untuk cari taxi diluar stasiun aja, akhirnya mister jalan keluar stasiun dan dapet taxi seharga 50rb saja, alhamdulillah bisa hemat 30 ribu buat jajan sate krenyes krenyes.. heheheee,
Continue reading

Review : Peg Perego Pliko Mini

Stroller menjadi salah satu babygear wajib dan andalan dikeluarga kami. Kemanapun kami pergi, slalu ada stroller yang menemani. Sampai saat ini khay umur 4,5 thn pun khay masih suka naik stroller dan saya masih sangat terbantu dengan stroller.

Kriteria stroller ideal buat kami adalah stroller yang ringan (light stroller), gampang dilipat, mudah dibawa, ga terlalu besar, dan bisa di recline. Nah untuk saat ini, stroller ideal kami adalah Peg Perego Pliko Mini.

peg-perego-pliko-mini

Peg Perego Pliko mini ini sangat travelling friendly dan tidak terlalu berat, jadi masih memungkinkan saya angkat sendiri (maklum mommy pettite macam saya ga kuat angkat yang terlalu berat). Kami sangat puas mengunakan Peg Perego Pliko Mini ini.

Dulu kami mengadopsi Peg Perego Pliko Mini ini saat khay usia 2 tahun. Awalnya kami sama sekali ga pengen upgrade stroller karena pikir kami, anak kami sudah lancar jalan jadi pasti dia lebih suka jalan dan ogah naik stroller. Ternyata oh ternyata semua salah, anak kecil tetaplah anak kecil, memang khay suka jalan dan lari-lari tapi ketika dia mulai cape dan ngantuk, duhh jadi rewel bukan main dan ujung-ujungnya minta gendong, sedangkan Baby Carrier andalan kami si Beco Gemini dan Manduca udah ga bisa mengakomodir kaki khay yang udah mulai panjang, dan anaknya juga udah ga betah digendong pake Beco dan Manduca, alhasil kami harus gantian gendong dan ini bikin tangan berotot. Akhirnya setelah browsing sana sini, dan memantapkan hati, akhirnya kami setuju menambah 1 stroller lagi yang masuk katagori travelling stroller.

Voila,… setelah punya stroller ini, kami benar-benar merasa terbantu,dan khay sukaa banget naik stroller melebihi saat dia kecil dulu. Kami sudah bawa stroller ini kemana saja, malah pernah ada kejadian waktu di Kuala Lumpur, saat tengah malam kami turun dari kereta, kondisinya khay tidur di stroller, dan tiba-tiba rodanya nyangkut dicelah antara peron dan kereta, karena kami panik khawatir kejepit, stroller kami tarik sekuat tenaga, alhasill roda stroller terlepas dan terjatuh ke rel. Saya sudah khawatir patah, saat roda kami ambil dari rel  ternyata sambunganya ga patah lho, hanya lepas dan bisa dipasang lagi dengan mudah. Dan setelah kejadian itu, fungsi roda ga menurun, malah seperti ga pernah lepas rodanya. Luaar biasa..

img20160930100018

Fitur Peg Perego Pliko Mini yang kami suka adalah :

  1. Lipatanya model umbrella fold yang sekali tarik tuasnya langsung kelipet.
  2. Berat stroller hanya sekitar 5.8 kg saja
  3. Cara membukanya juga cukup mudah, malah di youtube ada videonya yang tinggal sekali kepret kebuka… hehehe
  4. Desain rangkanya made in italy. Rangkanya yang ringan dan kuat, jadi ga ringkih walau kadang di pesawat suka di banting-banting.
  5. Kursinya bisa di recline sampai rebahan. walaupun ini jarang banget dipake, tapi menunjukan bahwa peg perego pliko mini bisa dipake dari NB
  6. Canopinya cukup lebar.
  7. Manuver roda nya kece, mudah diarahkan dan ga gampang selip.
  8. Stroller ini ga goyang atau kayak mau kebalik pas saya cantolin tas atau belanjaaan walau dalam kondisi stroller kosong.

Kekurangan hanya 1 sih, karena ga bisa dihadapkan menghadap ibu, tapi karena saya pakai stroller ini saat khay usianya sudah 2 tahun, jadi fitur tersebut tidak terlalu penting buat kami. Menurut kami stroller  Peg Perego Pliko Mini ini recommeded buat para mommy yang cari stroller travelling yang bisa dipake mulai dari NB sampai berat kurleb 25kg.

 

Happy Strolling

Mrs. Purwonegoro

 

Kidzoona Aeon Fantasy

Salah satu playground favorit khay selain Dkandang, adalah Kidzoona Aeon Fantasy yang berada di Cibinong City Mall (CCM). Playground ini terbilang playground paling representatif dikisaran cibinong, sesuai sih sama tiket masuknya yang lumayan nguras kantong, jadi cukup lah ya sebulan 1 kali. Tapi memang saya akui, playground ini bersih banget dan mainanya macem2 ya walaupun beberapa mainan sebenernya ada dirumah, kayak playmag, pins art, cash register LR, mothergarden, cuma diplayground kan lebih luas dan warna warni, jadi tetep aja khay betah banget disini.

12317747_1644781905777725_565349652_n

Tiket masuknya sekitar 90rb untuk 1 jam, dan 150 ribu untuk 1 hari full, kalo ga salah inget itu harga tiket pas weekend,  harga tersebut sudah termasuk tiket 1 anak dan 1 pendamping, kalo mau nambah pendamping nambah 30rb per orang. itu belum termasuk kaos kaki anak dan orang tua yaa, makanya jangan lupa bawa kaoskaki kalo mau main, biar ga kena overcharge beli kaos kaki.

Oiya untuk pertama kali main di Kindzoona, akan diberikan stamp card yang nantinya setiap main akan di stampel, jadi si stamp card jangan sampai ketinggalan, karena ada beberapa keuntungan dari ngumpulin stamp card itu, seperti :

  1. 10 stamp pertama, mendapatkan free membership card. Nah harga member jauh lebih murah lho, jadi saya pun sampai sekarang masih tahapan mengumpulkan stampel tsb.
  2. 15 stamp  mendapat free 1 jam bermain
  3. 20 stamp mendapatkan free 1 hari bermain
  4. 25 stamp mendapatkan free 1 hari bermain
  5. 30 stamp mendapatkkan original merchandise

Lumayan banget kan ya,,, hhehee gratisan siapa sih yang ga mau, jadi ini stamp card menjadi salah satu member tetap di dompet saya.

925176_1579071102406391_644510375_n

Selain tempat bermain, kidzoona ini juga ada berbagai event setiap harinya seperti story telling, mewarnai, games-games seru yang dipandu oleh kakak-kakak yang ada disana. Wahana yang ada disana antara lain :

  • Kolam bola yang luas banget, warnanya biru, ada perosotan,jembatan tali, spider blitz dan kualitas bolanya bagus banget, ga gampang gepeng klo keinjek. Ini wahana favorit khay banget.10354399_1135020646530430_628763180_n12356411_691869434289493_638646404_n10919197_617979621682844_1752927333_n
  • Area mainan edukasi, ada magformer, pins art, geomag, lego, rumah-rumahan, balok-balok dll
  • Area pretend play, ada koki , toko sushi, toko bunga, market, pemadam kebakaran, kantor pos, dokter, dll12716940_960558777326620_807007970_n12783299_1699378413677581_170108524_n
  • Area gym, ada trampolin, ada big baloon yang tengahnya bolong, trs nanti anaknya berusaha menggelindingkan baloon nya itu, duh apa ya namanyaa,
  • Area karaoke dan screen time (permainan menggunakan komputer)

Tempatnya emang nyaman dan aman, saya pribadi tidak khawatir membiarkan khay main di kolam bola, karena saya yakin akan kebersihanya, saya lihat pun ga ada anak-anak atau orang tua yang makan atau minum di area bermain. Semakin khay besar, semakin mandiri, bisa main sendiri tanpa harus saya temani, saya cukup duduk-duduk cantik aja di pojokan kolam, karena ada petugas yang berjaga-jaga dan menemani anak-anak bermain.

Pokoknya recommended untuk tempat bermain anak

 

D’Kandang Amazing Farm

image

Salah satu yang menjadi tempat favorit kami sekeluarga di waktu weekend adalah main ke D’kandang Amazing Farm yang berlokasi di Kelurahan Pasir Putih Sawangan Depok sekitar 5 -10 menit dari rumah.

D’Kandang Amazing Farm konsepnya mirip Kuntum Nursery di Tajur, cuma Kuntum Nursery lebih besar dan sudah lebih lama berdiri, jadi lebih terkenal. Kalau di Depok sendiri, D’kandang adalah salah satu tujuan wisata untuk sekolah, wisata edukasi seputar berternak dan berkebun, tapi makin kesini makin banyak pengungjung perorangan seperti kami yang berkunjung ke D’kandang.

Karena lokasi D’kandang sangat dekat dari rumah dan khay sangat suka main disana, jadi kita sering banget weekender kesana, bisa sebulan 2 kali. Tiket masuk D’kandang sebesar Rp10,000 per orang (baik anak maupun pengantar dikenakan biaya tiket masuk), tetapi tiket masuk tersebut dapat dituker yogurt di resto di dalam.

Banyak kegiatan yang bisa dilakukan disana, dan hampir semua kegiatan disana khay suka banget, ini nih urutan kegiatan yang khay lakukan setiap ke D’kandang :

# Aktivitas 1 : Menangkap ikan — Tiket Rp20.000 (hanya anak saja yang bayar)

wp-1466337107667.jpg

wp-1466337115361.jpg

Kegiatan menangkap ikan, adalah favorit khay dan papa, karena masih balita jadi menangkap ikanya boleh di dampingi oleh orang tua. Di kegiatan ini, anak diminta menangkap ikan menggunakan tangan kosong di kolam yang airnya hanya diisi setinggi setengah betis anak-anak. Seru banget pokoknya, dan biasanya anak-anak cenderung malah lebih asik gelosor-gelosor di kolamnya, daripada menangkap ikan,termasuk khay nih, dia lebih seneng gelosor-gelosor di kolamnya sampai baju basah semua, dan papa yang sibuk nangkep ikan sampai pinggangnya pegel, hehhee

Dengan tiket Rp20.000 kita bisa main sepuasnya nangkep ikan, tapi hanya 1 ikan yang bisa kita bawa pulang, biasanya ikan sudah disiapkan oleh petugas D’kandang. Ikanya lumanyan gede lho.

#Aktivitas 2 : Memanen — Tiket Rp20,000 / 25.ooo

wp-1466337127353.jpg

Kegiatan ini juga seru, anak diajarkan untuk memanen kangkung atau bayam. Langsung mencabut dari tanah. dan tenang aja kegiatan ini di dampingi langsung oleh petugas, jadi mama dan papa bisa dengan leluasa mendokumentasikan kegiatan si anak atau duduk-duduk cantik di saung yang tersedia.

Khay suka banget panen, dia diajakkan cara memanen yang benar, dan hasil panenya boleh dibawa pulang. Lumayan banyak lho hasil panennya bisa buat dimasak dirumah.

#Aktivitas 3 : Menanam  dan Misty Room — Tiket Rp20.000 /25.000

Kegiatan ini, anak diajarkan menanam pohon di polybag. khay juga suka banget, khay diajarkan tahapan menanam, mulai dari membuka polibag, mengisi dan menanamkan tanamanya. Dan lagi-lagi, tanamanya boleh dibawa pulang. Setelah selesai menanam, khay diajak ke Misty room, ini nih yang paling disuka, karena di dalam misty room itu ada air yag keluar kayak hujan buatan tapi halus2, keluar dari misty room basah deh smua tp ga sampe basah kuyup sih.

#Aktifitas 4: Memberik makan kelinci — Tiket Rp20.000

wp-1466203423608.jpg

Unitknya kadang kelinci di D’kandang adalah kandangnya luas dan dilayout seperti bukit teletubies, dan kelinci dibiarkan bebas berlarian, nah anak-anak pun juga bebas mencari kelinci yang akan diberi makan, jadi interaksi antara anak dan kelinci bener-bener langsung. Tapi sayang, makanan kelincinya dapetnya sedikit, jadi ga lama kan mainnya. tapi kemaren saya dapat triknya, kangkung yang diperoleh dari hasi panen, saya berikan untuk makan kelinci, tapi harus izin petugasnya dulu, dan alhamdulillah diizinkan. Klo begini ceritanya khay bisa lama ngasi makan kelincinya.

#Aktivitas 5 :  Kasih makan dan menyusui kambing

Aktivitas ke 5 ini, aktivitas pilihan khay, ga selalu setiap ke D’kandang khay  kasih makan, atau menyusui kambing.   Khay suka agak takut sama kambing, karena klo udah bawa botol susu, kambingnya langsung nyosor-nyosor, dan kuat banget nyusunya, hehee

#Aktivitas 6 : Berkuda atau naik delman

Aktivitas ini selalu jadi aktivitas penutup sebelum pulang, pilihannya berkuda berdua papa, atau naik delman rame2, kalo berkuda 25rb, naik delma 40rb.

Overlall Dkandang menurut saya tempat rekreasi yang sangat menyenangkan dan cukup ramah dikantong, semoga kedepannya semankin lengkap wahananya.. amin