Merencanakan Keuangan Keluarga

eiittssss judulnyaaa bijak ya,, hahahha,layaknya mommy kece yang sangat bijak mengatur keuangan keluarga, hahaha
ini sebenernya kelanjutan dari diskusi gw sm my besties yang tinggal dilaut bernama cumi,,hehehee, setelah gw diskusi panjang sama dy akhirnya gw putuskan harus membuat perencanaan keuangan yang komprehensi untuk keluarga kecil gw.

Awalnya gw sotoy marotoy mau ngitung sendiri tuh perhitungan investasinya. Dengan PD nya gw mulai menghitung berbekal ilmu di gugel dan background akuntansi yang gw miliki dari salah satu universitas di Indonesia. hehehehe. Dan akhirnya gw menyerah.. pusing gw, gw beralih lah pake financial planner. DIsini gw cm mau share aja step apa aja sih yang dilalui dalam merencanakan keuangan?

1. Cek kondisi keuangan keluarga
Step pertama yang gw lakukan adalah mengecek kondisi keuangan keluarga gw dengan cara bikin laporan keuangan yaitu Neraca dann Laba rugi. Sederhananya gini, jadi gw bikin daftar berapa harta dan hutang yang gw dan mister milik serta penerimaan dan pengeluaran bulanan. Fungsinya apa sih? fungsinya tuh biar tau berapa sih harta yang kita miliki, berapa sih hutang yang kita tanggung. Hutangnya apa aja sih? hutang produktif apa hutang konsumtif, dan berapa sih penerimaan kita sebulan, jangan-jangan besar pasak daripada tiang, tiap bulan defisit aja. hahahahha,, atau udah kerja bertahun-tahun tapi ga punya aset sama sekalii. gubrak jeger jeger deh. hehehehhe.
Kesulitan gw di step pertama ini adalah memulai pembicaraan keuangan sama pasangan,, ngebahas urusan duit tuh ngeri-ngeri gimana gitu, soalnya pembicaraan berat. klo kata teh ligwina hananto waktu ngisi seminar di kantor gw, dia bilang, klo ngomongin duit ke pasangang khususnya bagi para wanita, wajib dandan yang kece n seksiih,, jangan pas abis masak, bau bawang + pake daster robek,, hahahahaha alamat ga sukses.

2. Tentukan tujuan
Gw mengutik dari tagline nya teh wina lagi nih ” Tujuan lo apa?”. Menentukan tujuan tuh penting banget, biar jelas mau dibawa kemana hubungan kita #sing.. ehh mau dikemanain uang yang kita punya. DIlabelin satu-satu tuh pos pos kita, mulai dari tujuan penting sampe tujuan ga penting. misal tujuan penting itu dana pensiun, dana pendidikan, dana haji. Selain tujuan penting, wajib menyisipkan tujuan ga penting biar fun n semangat, misal mau ganti hp, jalan-jalan ke brazil, dll. klo bisa tujuan itu di tulis jelas n spesifik, misal dana pensiun untuk ayah 20 tahun lagi per bulan 4jt, atau dana pendidikan SD budi di SD Maju Jaya tahun 2015. Klo menurut gw, penentuan tujuan itu bisa dibilang doa juga, makanya harus spesifik biar sampe ketujuannya dengan tepat.

3. Buat Fondasi Keuangan
Nah , ini penting, fondasi itu kan penting ya, ibarat rumah klo ga ada fondasi mana bisaaa… ya kan? sama hal nya dengan fondasi keuangan, demi kelangsungan keluarga, fondasi keuangan kita harus kuat. Apasih fondasi keuangan? IMHO yaa.. fondasi keuangan menurut gw tuh dasar-dasar akun keuangan yang harus dimiliki oleh keluarga gw. Klo menurut Planner gw, fondasi keuangan yang utama itu adalah dana darurat,asuransi jiwa, dan asuransi kesehatan. Klo mister, cuma mau memenuhi dana darurat karena mister tidak sejalan dengan bentuk asuransi jiwa, klo asuransi kesehatan gw pake askes dari kantor.

4. Menjalankan Tujuan yang sudah di tetapkan
Jadi setelah menentukan tujuan dan memenuhi fondasi keuangan, gw lanjut untuk menjalankan tujuan yang sudah gw tetapkan diawal. tujuan yang gw pilih sih tujuan primer aja. yaitu : dana pensiun, dana pendidikan, dana haji. Nah mulai lah berhitung njelimet disini…
a. Dana pensiun
Kenapa dana pensiun gw anggap penting?? karena gw ga pengen masa tua gw kesulitan secara finansial, karena menurut gw masa tua seharusnya adalah memetik apa yang kita tanam diwaktu muda, menikmati apa yang kita peroleh selama bertahun-tahun bekerja. Bukannya malah waktu tua terpuruk,, ngeri banget gw ngebayanginnya. masa tua bukan waktunya gw menggantungkan diri ke anak-anak gw sebagai bentuk balas budi mereka, tapi mereka wajib memikirkan gimana masa tua mereka, bukan memikirkan gimana membiayai orang tua meraka, #ini opini pribadi lho. makanya gw menjadikan dana pensiun sebagai tujuan utama, karena masa produktif gw sekarang harus berbuah manis untuk masa tua gw.
Gimana ngitungnya?? secara garis besar sih gini, kira-kira mau dapet uang pensiun berapa nantinya dan mau nerima uang pensiun sampai kapan. ilustrasinya gini, misal gw kira-kira kebutuhan gw nanti pas pensiun 4jt sebulan, berarti gw butuh uang pensiun tiap bulan sebesar 4jt, gw pengen nerima uang pensiun sampe misal usia 75 tahun (rata-rata usia hidup dikeluarga riwayatnya sampai usia berapa? umumnya di Indonesia sampai 75 tahun). lalu dihitung kira-kira berapa yang perlu diinvestasiin tiap bulan dari sekarang. berhubung ilmu gw masih cetek urusan ginian, jadi gw pake bantuan financial planner.
b. Dana pendidikan
Ini nih tujuan keuangan yang bikin pengen KB,,hahaha, soale angkanya ngeri tapi harus di hadapi. kenapa dana pendidikan penting?? karena inflasi pendidikan 20% pertahun, dan biaya pendidikan makin lama makin muahal.. lain cerita sih klo sekolah negeri, tapi tau sendiri kan persaingan masuk sekolah negeri jd badcase nya yaa ngitung biaya pendidikan sekolah swasta yang ampun ampun mahalnya. Gw sih cuma mikir gini, jangan sampe buat sekolah anak gw keteteran, karena dengan sekolah itu salah satu cara gw menyiapkan anak gw untuk menghadapi masa depannya.
Gimana cara ngitung nya? pertama survey dulu deh sekolah yang akan dipilih, lalu cek biaya Uang pangkal, biaya-biaya, dan SPP bulanannya dari level Paud sampai kuliah. Biar angkanya realistis, cukup menghitung biaya uang pangkalnya saja, kecuali kuliah harus memperhitungkan uang pangkal dan SPP per semesternya, kenapa? karena disaat anak kita masuk jenjang kuliah, kita selaku orang tua sudah berada dimasa tidak produktif lagi atau mendekati masa pensiun, jadi untuk meminimalisi resiko putus kuliah sebaiknya uang pangkal dan spp kuliah diperhitungkan.
Terus kenapa klo jenjang paud sampai SMA gak? karena kita sebagai orang tua masih produktif, jadi bisa diambil dari cashflow bulanan, selain itu klo uang spp dimasukin angkanya akan ajaib banget dan ga realistis (menurut gw).
c. Dana haji
Gw pilih dana haji sebagai salah satu tujuan utama gw adalah karena gw harus menyeimbangkan antara kebutuhan duniawi dan akhirat. Jadi ceritanya gw ga cuma pengen mengejar tujuan duniawi gw, tapi tujuan akhirat pun harus gw kejar dan untuk menyempurnakan agama gw.

sekian

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s