Bangkok Trip Day 3 : Grand Palace, Wat Po & Chao Phraya Dinner Cruis

3

Hari ketiga diBangkok ini adalah hari special karena bertepatan dengan Wedding Aniversary kami yang ke 7, dan Bangkok trip ini memang sengaja kita bikin dalam rangka Wedding Aniversary. hehhehe, makanya hari ini ada agenda khusus yanitu Chao Phraya Dinner Cruis karena saya yang kebelet pengen dinner diatas kapal yang mondar mandir di sungai Chao Phraya. Tapi agenda hari ini dari pagi sampai sore kami akan menuju Grand Palace, Wat Po, dan Wat Arun.

DSCF8310

Sekitar jam 9 pagi kami meninggalkan hotel menuju BTS Nana, dari BTS Nana kami akan ke BTS Saphan Taksin, lalu jalan kaki ke Saphan Taksin pier untuk naik boat bendera orange. Boat bendara orange ini memiliki rute ke Grand Palace, dan Wat Arun dengan harga tiket 15bath per orang. Ternyata perjalanan dari Saphan Taksin Pier ke Grand Palace lumayan lama ya dan sulthan rewel di dalam kapal karena kegerahan, untung ada cici -cici baik hati yang ngasi sulthan permen dan ngegodain terus jadi sulthanya berhenti rewelnya. Setelah sampai di dermaga,kami langsung jalan ke arah Grand Palace, kami datang agak kesiangan jadi mataharinya sudaah tinggi dan pengunjung juga sudah ramai banget. Sampai di gerbang masuk Grand Palace ya ampun penuh banget, awalnya sempet galau mau lanjut masuk apa ga karena panas dan penuh tapi karena pertimbangan ini adalah tempat wajib dikunjungi ketika ke Bangkok, akhirnya kami masuk dan beli tiket seharga 500bath per orang, anak-anak masih gratis.  Ternyata bener, di dalam Grand Palace penuh banget, sampe bingung lihatnya, tapi ternyata penuh itu di depan aja sih, pas kami mulai jalan ke arah belakang tidak terlalu penuh. Setelah capek keliling Grand Palace kami akan lanjut ke Wat Po.

 

Sebelum ke Wat Po, kami mencari restoran halal disekitar dermaga, tapi sayangnya ga ada, yang kami temukan hanya stall penjual martabak halal seharga 30bath per porsi. martabak yang dijual ada 2 jenis, yaitu martabak telor dan martabak pisang. Kami bungkus masing-masing satu. Karena disekitar penjual martabak ga ada kursi untuk duduk, akhirnya kami mencari tempat duduk di depan tembok putih Grand Palace. Baru setelah beres makan, kita jalan kaki ke Wat Po. Anak-anak sudah mulai rewel karena panasnya luar biasa, nah pas banget ada penjual ice cream, ya sudah lah kita jajan ice cream dulu biar anak-anak ga rewel.

7

Tiket masuk Wat Po seharga 100bath per orang, dan anak-anak gratis. Kami keliling Wat Po melihat patung Recline Budha dan temple dibelakangnya. Kaki sudah mulai terasa Lelah, dan setelah dirasa cukup kami putuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Wat Arun. Pas liat peta di Google Map koq lokasi Wat Arun nyebrang sungai ya? hihii saya salah riset nih brarti, harusnya tadi ke Wat Arun dulu ya,, pak suami langsung ogah ke sana, cape katanya. Ya sudah lah kita putuskan kembali ke hotel saja naik taksi dari Wat Po. Taksi dari Wat Po ke Hotel seharga 200bath. Ga pakai nawar lama-lama kami langsung naik, kenapa? karena tadi pagi saat ke Grand Palace naik BTS dan Boat biaya yang kami keluarkan sebesar 167bath. Selisih sedikit dan masih masuk akal, jadi ga perlu ditawar lah ya.

 

Kami sampai di hotel sekitar jam 4 sore lalu mampir untu beli makanan ke restoran India Halal di belakang hotel. Seperti biasa anak-anak langsung minta berendem di bath tub. Sekitar jam 7 malam kami baru jalan ke dermaga Yok Yor Marina Restoran padahal dinner cruise akan dimulai jam 8 malem.  Kami naik taksi tanpa nawar seharga 350bath karena katanya lagi heavy traffic efek jam pulang kantor dan setelah hujan besar. Nyari taksi yang tau lokasi Yok Yor Marina Restoran ternyata agak susah tapi alhamdulillah dapat.  Kami sampai di dermaga Yok Yor Marina Restoran agak mepet, malah hamper ketinggalan. Untungnya ketika saya lari-lari ke arah dermaga, ada salah satu petugas restoran yang lihat kami, dan mereka mau nungguin kami.

Apasih Yok Yor Marina Restorant?

Yok Yor Marina Restorant adalah salah satu provider Dinning Cruise di Chao Phraya River tapi dengan system ala carte bukan Buffet. Nah Yok Yor Marina Restorant ini jadi salah satu pilihan untuk budget dinning cruise, karena jatohnya relative lebih murah daripada provider lain. Dan untuk wisatawan muslim jauh lebih nyaman karena kita bias memesan makanan yang kira-kira halal (bebas pork dkk), karena Yok Yor Marina Restorant sendiri tidak menyediakan makanan halal, tapi kita bias pilih menu dan menanyakan ke chef nya mana masakan yang ga pake Pork dkk. Rata-rata menu yang ditawarkan adalah menu seafood. Sedangkan kalo kita pakai provider dinning cruise yang model Buffet, biasanya cuma sedikit makanan yang bias dimakan, mentok-mentok buah, salad, dkk padahal yang kita bayar full. Di restorant ini, setiap orang yang ikut Dinning Cruise dikenakan biaya 200bath diluar biaya makanan ya. Nah kemaren kami sekeluarga cuma habis 1200bath lho. Tapi memang kami hanya makan menu ringan karena kami sudah makan di hotel sebelum berangkat. Menu yang kami pesan hanya 2 porsi kerang rebus, 1 porsi kentang goreng, 2 gelas jus semangka, dan 2 gelas jus nanas. hehhehe. Sedangkan kalo saya pilih misal Chao Phraya Princess Dinner Cruise itu di publish ratenya 1200-1300 bath per orang, tapi yang bias kami makan terbatas.

Oiya, yang saya suka dari Yok Yor Marina Dinner Cruise ini adalah Kids Friendly, mereka ga ada Bar dan ga muter lagu-lagu jedag jedug ala-ala klub malam gitu. Di atas kapal disediakan 1 orang singer dan pengiringnya, dan membawakan love song berbahasa inggris dan Thailand, jadi pas banget sama kami yang sedang merayakan Wedding Aniversary, dan tidak terlalu bising buat kedua anak kami. Overall walaupun Yok Yor Marina Dinner Cruise tidak semeriah dinner cruise lain, tapi esensi dan euphoria dinner cruise di sungai chao phraya-nya tetep dapet koq.

Dinner cruise ini berlangsung selama 2 jam, nah siap-siap deh masuk angin karena anginnya lumayan ya, tapi kalo misal kita ga kuat angin bias koq pindah ke dalem. cm jadi agak kurang seru aja. Setelah selesai dinner cruise, kami pulang menggunakan BTS. Yok Yor Marina Restaurant menyediakan shuttle boat ke Saphan Taksin Pier, nah dari sana kami naik BTS sampai BTS Nana dan lanjut jalan kaki ke hotel.

 

 

Bangkok Trip Day 2 : Damnoen Saduak Floating Market & Siam Niramit Show

img_20180813_071725_5821942984103.jpgHari kedua di Bangkok kami putuskan untuk mengunjungi floating market. Awalnya saya hanya ingin ke Talingcan Floating Market karena jaraknya yang tidak terlalu jauh jauh dari kota Bngkok, tapi pak suami ternyata lihat iklan Danmon Sanduak floating market di hotel, akhirnya kami putuskan untuk ke Damnoen Saduak floating market saja yang katanya paling original di Thailand. Continue reading

Europe Trip : Paris

DSCF4783

Paris menjadi destinasi kami setelah Amsterdam dan ternyata Paris menjadi kota terberat untuk kami.  Paris menjadi berat untuk kami karena komunikasi di Paris hanya menggunakan Bahasa perancis, jadi kendala dikomunikasi jadi hal pertama yang bikin kami bete, selain itu yang juga bikin bete, karena MRT disana tidak stroller friendly. sebenernya saya sudah baca-baca terkait hal ini, tapi saya ga nyangka kalau segitu tidak stroller friendlynya.  Selama di Paris kami menginap di Airbnb. Ukuran Airbnb yang kami sewa sangat ideal, nyaman, dan fasilitasnya lengkap namun kami mengalami kendala ketika check in karena email dan notifikasi dari host tentang cara check in tidak masuk ke email sayaTernyata Sulthan demam, kayaknya dia kedinginan, jadi setelah kami berhasil check In apartemen, kami putuskan untuk istirahat saja, dan berharap besok Sulthan sudah tidak demam.

Besok pagi kam memulai untuk mengelilingi Paris, setelah mempertimbangkan banyak hal, Akhirnya kami putuskan keliling Paris naik bus saja, karena kami ga sanggup gotong-gotong stroller dengan berat 13kg, dan penumpang stroller (2 anak kami, total 24kg). Destinasi kami di Paris adalah icon wajib yang umum dikunjungi wisatawan dan semua lokasi tersebut dilewati jalur Bus, jadi kami tidak kerepotan bahkan merasa lebih nyaman naik bus dibanding naik MRT walaupun naik bus lebih lama tapi minimal kami tidak perlu naik turun tangga.

Tujuan pertama kami adalah Menara Eifel, dan horee akhirnya kami sampai di Menara eifel setelah naik bus muter-muter. Cuaca hari ini cukup dingin, jadi setelah foto-foto sebentar, kami langsung mempir ke penjual makanan untuk beli minuman hangat dan crepes. Nah ternyata, dibelakang penjual makanan ada playground yang lumayan luas dan bersih. Akhirnya Kakak kami ajak main kesana, dan kami pun bias solat disekitar playground tersebut. Playground ini bener-bener penyelamat kebetean Kk, karena dia udah bete banget dari kemaren ga dapet tempat bermain. Setelah Khay puas main, baru deh Khay mau lanjut foto-foto.

DSCF4787

DSCF4749

DSCF4755

Setelah puas foto-foto di Menara Eifel, kami melanjutkan perjalanan ke  Arc de Triomphe dengan naik bus. Arc de Triomphe sore itu ramai sekali, setelah puas foto-foto kami lanjut jalan ke Champ de Elysee. Pusat perbelanjaan paling ngehits ini Panjang banget.. kami menelusurinya sampai ke ujung jalan menuju Tuileries Gardens.  Hari mulai gelap, dan perut mulai lapar, persis di persimpangan jalan menuju Tuileries Garden ada penjual crepes yang rame banget, akhirnya kami beli crepe banana nutela, dan rasanya enak banget, wajar kalo penjual crepes ini punya banyak pembeli.

DSCF4801

DSCF4838

DSCF4847

DSCF4861

DSCF4865

DSCF4869

Karena kaki udah cape, dan hari sudah gelap, akhirnya kami putuskan untuk kembali ke apartemen dan ga jadi jalan ke Tuileries Garden dan Museum Lourve.  Agak sedih sebenernya, tapi karena kondisi yang ga memungkinkan jadi ya sudah lah,

 

 

 

 

Europe Trip : Disneyland Paris

Salah satu agenda wajib kami saat di Eropa khususnya Paris adalah ke Disneyland Euro atau Disneyland Paris. Kami mengalokasikan waktu 1 hari untuk main ke Disneyland Paris. Harga tiket Disneyland Paris cukup mahal, dan di web resmi nya ada 3 jenis harga tiket, yaitu mini tiket, magic tiket, dan super magic tiket. Kami memilih tiket termurah, yaitu mini tiket, yang membedakan ketiga jenis tiket tersebut adalah hari / waktunya. Mini tiket ini hanya ada di tanggal-tanggal tertentu dan pas sekali dengan rencana kami. Untuk 1 day pass mini tiket seharga 61 EUR (adult) dan 55 EUR (kids), nah tapi kemarin  saya tidak memesan tiket melalui website resmi nya Disneyland tapi saya lewat website lain dan saya memperoleh harga lebih murah. Kami memesan tiket melalui website yang menjual tiket Disneyland yang berasal dari UK, jadi seolah-olah kami berlokasi di UK dan harganya jauh lebih murah. Continue reading

Liburan Dengan Anak Ke Eropa? Ini Itinarary nya

Menyusun itinarary ke Eropa ternyata ga mudah, apalagi karena Visa Schangen dapat digunakan di 26 Negara di Eropa jadi bawaanya pengen ke banyak negara .. mubajir katanya, tapi makin sering pindah kota ternyata makin besar biayanya, khususnya biaya transportasi antar kota antar negara. Selain itu, juga harus mengakomodir keinginan setiap anggota keluarga dan mempertimbangkan karena kami bawa bayi 11 bulan dan kakak 5 tahun yang tidak memungkinkan bikin itinarary yang ambisius dan padat biar mereka ga cape. Continue reading

Europe Trip : Jalan Kaki Keliling Kota Frankfurt

Frankfurt merupakan kota pertama dan kota terakhir yang kami karena tiket pesawat kami pulang-pergi dari Frankfurt. Selama tiga hari di Frankfurt kami menginap di Hotel Leonardo yang lokasinya persis di seberang Frankfurt Hbf (Central Station). Sedangkan di hari terakhir kami menginap di Savoy Hotel yang lokasinya juga persis di depan Frankfurt Hbf. Kami sengaja memilih hotel yang sangat dekat dengan Frankfurt Hbf karena kami akan menggunakan kereta api jarak jauh untuk daytrip ke Heidelberg dan pindah ke Koln. Kami sampai di Frankfurt jam 7 pagi, awalnya kami mau naik kereta dari Frankfurt airport ke Frankfurt Hbf, tapi akhirnya kami putuskan untuk naik taksi saja karena anak-anak agak rewel, biaya taksi dari Frankfurt Airport ke Hotel Leonardo sebesar 30 Euro dan kalo naik kereta ICE dari Frankfurt Airport Station ke Frankfurt Hbf 14Euro per orang, kira-kira 28 Euro untuk 2 orang namun kalau naik kereta IC tiketnya 14 Euro untuk 2 orang. Continue reading