Bangkok Trip Day 1 : Tiba di Bangkok dan ke Asiatique Riverfront

 

1

Bangkok trip ini adalah trip agak mendadak karena tiba-tiba saya pengen banget merayakan 7th wedding aniversary diatas chao praya rivercruise. Hahaha. Centil ya mamak ini. Mengingat ini adalah trip tak terencana, dan di awal tahun kami sudah melakukan europe trip yang cukup menguras kantong, makan trip kali ini judulnya trip hemat. Hehehe. Salah satu yg di hemat adalah tiket pesawat. Saya memberanikan diri membeli tiket airasia, karena saya lirik tiket garuda koq ya muahalnya poool dan setelah saya hitung tiket + bagasi + meal + pick seat, total harga air asia masih setengahnya harga tiket garuda. Akhirnya saya putuskan untuk naik airasia saja, demi proposal dinner di chaopraya rivercruise dikabulkan oleh pak suami. Harga tiket jakarta – bangkok pp dengan airasia yg saya dapat sebenernya ga murah bgt sih, cm untuk jadwal brangkat jm 7pagi dan pulang jm 5 sote cukup good deal, diangka 6.3jt Pp ber 4. Hehehe.

Alhamdulillah pagi itu proses check in dan boarding berjalan lancar, penerbangan tepat waktu dan mulus. Awalnya si kakak agak komplen beberapa fasilitas yg biasa dia dapat di pesawat ga ada, cm setelah dijelaskan kalau pesawat yg kita pakai sekarang bukan seperti yang biasa akhirnya dia bisa menikmati perjalanan dengan tidur sepanjang penerbangan.

Kami tiba di don Mueang airport jam 11 siang, setelah beres urusan imigrasi dan bagasi, kami langsung keluar untuk naik bus A1 menuju BTS monchit, dan melanjutkan naik BTs menuju Bts nana untuk menuju hotel. Tapi ketika sedang menunggu bus A1, kondektur bus menanyakan tujuan kami, ketika saya bilang mau ke sukhumvit soi 11, kami diarahkan untuk naik bus A2, turun di halti Big mall, dari situ bisa naik taksi, tuktuk, atau jalan kaki. Katanya sih lebih cepet dan lebih deket.

Kami sampai di Salil Hotel Sukhumvit Soi 11 kira-kira jam 2 siang. Kami langsung check in, dan istirahat sebentar. Harusnya hari ini kami langsung ke Grandpalace, Wat Po, Wat Arun, dan malamnya ke Asiatique riverfront tapi karena sampai hotel sudah terlalu siang, akhirnya kami putuskan untuk langsung ke asiatique riverfront saja.

Hotel tempat kami menginap lokasinya persis didepan hotel mercure sukhumvit Bangkok. Jarak hotel dengan BTs nana kira-kira 5-7 menit jalan kali. Digang sebelah hotel ada restoran halal india, mereka melayani delivery order ke kamar hotel. Hotel ini tidak terlalu besar, cuma saya suka sekali dengan detail desainya yang bergaya Spanyol. Kami memesan kamar premier. Alasan saya memilih hotel ini, selain karena akses nya dekat dengan bTs station, juga karena ada bathtub nya, jadi anak-anak bisa happy main air. Yang agak surprise adalah di kamar disediakan microwafe, kulkas, setrikaan + mejanya, dan perlengkapan makan seperti piring, gelas, mangkok, dan sendok. Ini diluar ekspektasi saya. Saya pikir hanya disediakan minibar standar dengan ketel heater saja. Hehhehe. Karena ada microwafe dan alat makan, tiap malam saya jadi bisa beli makanan untuk dimakan besok paginya.

Kamar yang kami pesan sebenernya tidak termasuk sarapan, tapi karena ada promo early booking, jadi dapat free breakfast untuk 2 orang. Menu breakfastnya cukup variatif, tapi menu yang sekiranya halal sangat terbatas.

Oke lanjut, setelah selesai mandi dan istirahat, kami langsung menuju asiatique riverfront menggunakan skytrain. Dari bts nana kami menuju bts saphan taksin. Lalu jalan kali ke arah saphan taksin pier dan naik shuttle boat gratis ke asiatique riverfront.

DSCF8101

DSCF8064

Asiatique riverfront tempatnya asik dan kids friendly. Banyak resto dan stall makanan, tapi saya hanya menemukan stall kebab yang berlabel halal. Untuk anak-anak, disana ada komedi puter dan biang lala, tapi untuk naik komedi puter agak mahal menurut saya, sekitar 200thb seorang, klo dengan pendamping 250thb. Untung saya berhasil membujuk khay untuk ga naik komedi puter,jadi dompet aman. hehehhee. Selain resto dan tempat main, ada juga semacam pasar seni yang jual aneka oleh-oleh, nah kami menemukan 1 toko yang menjual serba 100Bath, lumayan murah dan pilihannya banyak, akhirnya kami putuskan belanja oleh-oleh disini aja, biar besok ga kepikiran lagi, mumpung ketemu. Untuk urusan makan, akhirya kami memilih makan di KFC, klo kata mbah gugel KFC nya udh sertifikat halal, sebenernya mau makan kebab aja yg udh pasti halal, cuma pak suami ga mau, dia masih trauma makan kebab tiap hari waktu di yurop trip yang lalu dan dia udah kangen nasi.

DSCF8002

DSCF8024

DSCF8085

DSCF8089

Setelah cape berkeliling dan hari mulai gelap, Kakak minta kembali ke hotel karena sudah cape. Kami kembali ke dermaga untuk naik shuttle boat ke saphan taksin pier, ternyata antrianya Panjang banget, awalnya kami masih semangat antri, tapi pas liat anak-anak sudah mulai ngantuk dan tertidur, akhirnya kami putuskan untuk naik taksi saja. Untuk naik taksi, kami harus jalan ke gerbang Asiatique Riverfront, disana ada halte bus, ada tuktuk dan taksi juga yang mangkal disana. Mereka ga ada yang mau pake argo, harga yang ditawarkan ke kami untuk jarak kurleb 12km sekitar 500bath, mahal banget, ditawar ga mau malah ditinggal pergi. Akhirnyaa kami memberanikan diri memberhentikan taksi dijalan, dan alhamdulillah taksinya mau ditawar jadi 200bath. Berikut rincian pengeluaran hari pertama :

pengeluaran bangkok day 1

Advertisements

Europe Trip : Paris

DSCF4783

Paris menjadi destinasi kami setelah Amsterdam dan ternyata Paris menjadi kota terberat untuk kami.  Paris menjadi berat untuk kami karena komunikasi di Paris hanya menggunakan Bahasa perancis, jadi kendala dikomunikasi jadi hal pertama yang bikin kami bete, selain itu yang juga bikin bete, karena MRT disana tidak stroller friendly. sebenernya saya sudah baca-baca terkait hal ini, tapi saya ga nyangka kalau segitu tidak stroller friendlynya.  Selama di Paris kami menginap di Airbnb. Ukuran Airbnb yang kami sewa sangat ideal, nyaman, dan fasilitasnya lengkap namun kami mengalami kendala ketika check in karena email dan notifikasi dari host tentang cara check in tidak masuk ke email sayaTernyata Sulthan demam, kayaknya dia kedinginan, jadi setelah kami berhasil check In apartemen, kami putuskan untuk istirahat saja, dan berharap besok Sulthan sudah tidak demam.

Besok pagi kam memulai untuk mengelilingi Paris, setelah mempertimbangkan banyak hal, Akhirnya kami putuskan keliling Paris naik bus saja, karena kami ga sanggup gotong-gotong stroller dengan berat 13kg, dan penumpang stroller (2 anak kami, total 24kg). Destinasi kami di Paris adalah icon wajib yang umum dikunjungi wisatawan dan semua lokasi tersebut dilewati jalur Bus, jadi kami tidak kerepotan bahkan merasa lebih nyaman naik bus dibanding naik MRT walaupun naik bus lebih lama tapi minimal kami tidak perlu naik turun tangga.

Tujuan pertama kami adalah Menara Eifel, dan horee akhirnya kami sampai di Menara eifel setelah naik bus muter-muter. Cuaca hari ini cukup dingin, jadi setelah foto-foto sebentar, kami langsung mempir ke penjual makanan untuk beli minuman hangat dan crepes. Nah ternyata, dibelakang penjual makanan ada playground yang lumayan luas dan bersih. Akhirnya Kakak kami ajak main kesana, dan kami pun bias solat disekitar playground tersebut. Playground ini bener-bener penyelamat kebetean Kk, karena dia udah bete banget dari kemaren ga dapet tempat bermain. Setelah Khay puas main, baru deh Khay mau lanjut foto-foto.

DSCF4787

DSCF4749

DSCF4755

Setelah puas foto-foto di Menara Eifel, kami melanjutkan perjalanan ke  Arc de Triomphe dengan naik bus. Arc de Triomphe sore itu ramai sekali, setelah puas foto-foto kami lanjut jalan ke Champ de Elysee. Pusat perbelanjaan paling ngehits ini Panjang banget.. kami menelusurinya sampai ke ujung jalan menuju Tuileries Gardens.  Hari mulai gelap, dan perut mulai lapar, persis di persimpangan jalan menuju Tuileries Garden ada penjual crepes yang rame banget, akhirnya kami beli crepe banana nutela, dan rasanya enak banget, wajar kalo penjual crepes ini punya banyak pembeli.

DSCF4801

DSCF4838

DSCF4847

DSCF4861

DSCF4865

DSCF4869

Karena kaki udah cape, dan hari sudah gelap, akhirnya kami putuskan untuk kembali ke apartemen dan ga jadi jalan ke Tuileries Garden dan Museum Lourve.  Agak sedih sebenernya, tapi karena kondisi yang ga memungkinkan jadi ya sudah lah,

 

 

 

 

Europe Trip : Disneyland Paris

Salah satu agenda wajib kami saat di Eropa khususnya Paris adalah ke Disneyland Euro atau Disneyland Paris. Kami mengalokasikan waktu 1 hari untuk main ke Disneyland Paris. Harga tiket Disneyland Paris cukup mahal, dan di web resmi nya ada 3 jenis harga tiket, yaitu mini tiket, magic tiket, dan super magic tiket. Kami memilih tiket termurah, yaitu mini tiket, yang membedakan ketiga jenis tiket tersebut adalah hari / waktunya. Mini tiket ini hanya ada di tanggal-tanggal tertentu dan pas sekali dengan rencana kami. Untuk 1 day pass mini tiket seharga 61 EUR (adult) dan 55 EUR (kids), nah tapi kemarin  saya tidak memesan tiket melalui website resmi nya Disneyland tapi saya lewat website lain dan saya memperoleh harga lebih murah. Kami memesan tiket melalui website yang menjual tiket Disneyland yang berasal dari UK, jadi seolah-olah kami berlokasi di UK dan harganya jauh lebih murah. Continue reading

Liburan Dengan Anak Ke Eropa? Ini Itinarary nya

Menyusun itinarary ke Eropa ternyata ga mudah, apalagi karena Visa Schangen dapat digunakan di 26 Negara di Eropa jadi bawaanya pengen ke banyak negara .. mubajir katanya, tapi makin sering pindah kota ternyata makin besar biayanya, khususnya biaya transportasi antar kota antar negara. Selain itu, juga harus mengakomodir keinginan setiap anggota keluarga dan mempertimbangkan karena kami bawa bayi 11 bulan dan kakak 5 tahun yang tidak memungkinkan bikin itinarary yang ambisius dan padat biar mereka ga cape. Continue reading

Europe Trip : Jalan Kaki Keliling Kota Frankfurt

Frankfurt merupakan kota pertama dan kota terakhir yang kami karena tiket pesawat kami pulang-pergi dari Frankfurt. Selama tiga hari di Frankfurt kami menginap di Hotel Leonardo yang lokasinya persis di seberang Frankfurt Hbf (Central Station). Sedangkan di hari terakhir kami menginap di Savoy Hotel yang lokasinya juga persis di depan Frankfurt Hbf. Kami sengaja memilih hotel yang sangat dekat dengan Frankfurt Hbf karena kami akan menggunakan kereta api jarak jauh untuk daytrip ke Heidelberg dan pindah ke Koln. Kami sampai di Frankfurt jam 7 pagi, awalnya kami mau naik kereta dari Frankfurt airport ke Frankfurt Hbf, tapi akhirnya kami putuskan untuk naik taksi saja karena anak-anak agak rewel, biaya taksi dari Frankfurt Airport ke Hotel Leonardo sebesar 30 Euro dan kalo naik kereta ICE dari Frankfurt Airport Station ke Frankfurt Hbf 14Euro per orang, kira-kira 28 Euro untuk 2 orang namun kalau naik kereta IC tiketnya 14 Euro untuk 2 orang. Continue reading

Berapa Biaya Liburan Keluarga ke Eropa?

Berapa sih kemarin abisnya biaya liburan sama anak ke Eropa? beberapa teman dekat saya melontarkan pertanyaan tersebut ke saya, hehehe… jadi saya akan coba berbagi informasi tentang budgeting kami sekeluarga ( 2 dewasa, 1 anak, 1 bayi) selama 15 hari liburan winter ke Eropa Kemarin. Winter itu termasuk low season di Eropa, makanya banyak yang menyarankan kalo mau hemat lakukan perjalanan saat Winter, tapi kekurangannya adalah siang hari lebih pendek dan suhu ekstrim untuk orang Indonesia yang kepanasan sepanjang tahun. Tapi Alhamdulillah kamarin kami dapat melalui winter dengan nyaman. DIsini saya hanya menyebutkan komponen utama pengeluaran saja , karena kalo komponen printilannya saya lupa karena kemarin ga dicatat. Continue reading

Anyer Seru di Anyer Beach Cottage

Sebenarnya kami ga punya rencana untuk menghabiskan liburan akhir tahun, jadi sudah siap mental untuk dirumah saja sambil memantau berita kepadatan arus lalu lintas selama libur tahun baru ini. Nah, mendadak ayah saya pengen ke Pantai, akhirnya kami putuskan secara mendadak untuk ke Anyer. Kenapa ke Anyer? Karena tidak terlalu jauh dari rumah kami, dan pantai yang dibuka banyak banget sekarang, jadi banyak pilihan, tapi favorit kami adalah pantai landai disekitar daerah tambang ayam karena tidak terlalu jauh kearah pandeglang. Continue reading